INDONESIAREVIEW.ID – Banyak peluang usaha sampingan yang menghasilkan keuntungan cukup menjanjikan bagi para pekerja kantoran. Salah satunya bisnis ikan gurame yang dijalankan Muhammad Amarudin, anggota KPU di kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

“Ada 6 kolam di rumah yang saya kelola dan satu kolam di kantor KPU. Kolam di kantor tadinya terbengkalai lalu saya renovasi dulu,” ujar Amarudin saat menyampaikan paparan sebagai narasumber webinar inspirasi bisnis Intani seri ke 123.

Jenis kolam yang digunakan Amarudin yaitu kolam terpal, menurutnya kolam terpal lebih mudah pembuatannya dan hemat biaya dibandingkan kolam semen.

“Kolam terpal itu bisa bertahan sampai 8 tahun, tergantung jenis terpal dan dipastikan seluruh bagian terpal terendam air,” jelasnya.

Untuk budidaya, Amarudin menjelaskan beberapa hal perlu dilakukan yaitu pemberian pakan (pelet) disebar secara merata, pemberian pakan 1-2 kali sehari, pemberian pelet protein 26-32, saat ada gejala ikan yang sakit hentikan pemberian pakan & karantina ikan, pastikan ukuran kolam tidak terlalu padat, kolam terkena sinar matahari dengan suhu 24-28 derajat celcius, dan 4-6 bulan kotoran harus disedot.

“Ukuran kolam 9 meter persegi itu bisa menampung ikan sebanyak 2.000 ekor dengan potensi panen itu kurang lebih tujuh kwintal,” terangnya.

Penebaran bibit juga menjadi hal penting, Amarudin mengatakan pastikan ukuran bibit sama sekitar 4-6 cm.

Keuntungan budidaya ikan gurame selain cukup tahan dengan perubahan cuaca, ikan gurame juga bukan jenis ikan ‘kanibal’.

“Kalau kita tidak kasih pakan satu atau dua hari gurame itu tidak akan makan temennya sendiri, beda dengan ikan lele atau gabus. Hanya saja ketidak teraturan pemberian pakan bisa mempengaruhi kecepatan pertumbuhan gurame, sehingga panennya bisa lebih lama,” ujarnya.

Amarudin mengatakan 9-10 bulan ikan gurame sudah bisa di panen, namun ada juga yang sampai setahun.

“Harga ikan gurame itu juga tergantung jenis panen, gurame kering (dipanen saat mati, lalu dibekukan untuk pengiriman) 22.000 per kg sedangkan gurame basah (dipanen hidup, lalu dibungkus dengan plastik berisi air dan oksigen) 25.000 per kg,” jelasnya.

Memang saat ini harga ikan gurame sedang dititik terendah, Amarudin mengatakan normalnya diangka 35.000 – 40.000 per kg.

Modal yang dibutuhkan untuk kapasitas 2.000 ekor bibit sekitar 17 juta rupiah. Amarudin menuturkan modal itu diperuntukan untuk pembuatan kolam terpal 4,5 juta rupiah, pompa air 1,2 juta rupiah, benih ikan 2 juta rupiah, dan pakan 9,3 juta rupiah.

“Potensi panen awal bisa mencapai 17,5 juta rupiah, dan setelahnya tinggal mengelurkan pembelian benih dan pakan saja,” terangnya.

Amarudin juga menceritakan, di tahun 2020 sebelum masuk masa pandemi dengan modal kurang lebih 50 juta rupiah panen ikan mencapai 4,2 ton dengan harga mencapai 115 juta rupiah.

“Yang terpenting dalam mengelola bisnis sampingan harus mau belajar, tekun dan pintar dalam membagi waktu dengan pekerjaan utama,” pungkasnya.

Webinar dengan tema ‘Bisnis Gurame Sambil Kerja Kantor’ dipandu oleh Aris Eko Sedijono dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah via daring dan streaming di TANITV.*

LEAVE A REPLY