INDONESIAREVIEW.ID – Kebutuhan akan sayuran organik saat ini kian meningkat, terlebih pasca pandemi banyak masyarakat yang lebih aware untuk mengkonsumsi sayuran organik. “Potensi untuk terjun ke pertanian organik sangat tebuka luas, karena saat ini permintaan akan sayuran & buah organik sangat tinggi baik nasional maupun internasional,” terang Guntur Subagja, ketua umum Intani saat menyampaikan pengantar pada webinar inspirasi bisnis Intani seri ke 86, Rabu (14/09).

Guntur juga menyampaikan bahwa saat ini sebagian besar lahan pertanian di Indonesia mengalami degradasi kualitas akibat ketergantungan dengan pertanian konvensional. “Sudah saatnya kita kembali ke pertanian organik sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kembali kesuburan lahan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Selaras dengan yang disampaikan ketua umum Intani, Untung Wijanarko mengatakan salah satu alasannya konsisten bertani organik dari 2008 karena ingin melestarian lingkungan. “Selain itu saya ingin meningkatkan kesejahteraan para petani dan bisa memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat luas yang mengkonsumsi sayuran organik,” ujar Untung mengawali paparannya sebagai narasumber.

Untung mendirikan Tani Organik Merapi (TOM) sebagai wadah untuk mengembangkan pertanian organiknya dan mensosialisasikan kepada petani untuk beralih ke organik. “Dulu saya butuh waktu sekitar dua tahun untuk mengajak petani sekitar mau beralih ke pertanian organik. Itu pun saya edukasi dengan tiga tahap dari pertanian minim residu kimia, lalu ke pertanian semi organik – bebas pestisida kimia, dan tahap akhir murni pertanian organik yaitu bebas pupuk & pestisida kimia”.

Tidak hanya sekadar mengedukasi petani, Untung juga memberikan jaminan pasar bagi para petani yang mau beralih ke organik. “Ini sangat penting karena dengan adanya jaminan pasar, petani akan semakin tertarik untuk terjun ke pertanian organik,” ujarnya.

TOM saat ini sudah mengelola lahan seluas satu hektar dan jika digabung dengan petani mitra ada lima hektar lahan. “Petani mitra kita ada di Magelang, Solo dan Jawa Timur. Jadi untuk mitra memang kita sesuaikan lokasinya dengan pasar yang kita suplai. Saat ini kebutuhan suplai kita ke Superindo, Carrefour, Hypermart dan supermarket lainnya”.

Untung juga mengatakan masih membuka peluang untuk menjadi mitra TOM, karena untuk saat ini ia masih kekurangan untuk produksi. “Kita baru mampu suplai sekitar 80% dari permintaan pasar, jadi memang benar seperti yang disampaikan pak Guntur bahwa pasar komoditi organik sangat besar dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi”.

Untung juga sudah melakukan ekspansi bisnis dengan membangun agrowisata, P4S (Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan), warung makan dan kopi organik serta yang terbaru Jejaring Lestari (JERI) yang berfokus budidaya buah-buahan organik.

“Kami baru budidaya salak, jambu kristal, pepaya, pisang cavendish, dan alpukat. Untuk permintaan sudah ada 1 ton, tapi baru bisa suplai 300kg. Selain itu kami juga berdayakan KWT untuk pengolahan lidah buaya untuk produk makanan dan sekarang sedang bangun pabrik untuk pengolahan lidah buaya skala industri,” ujarnya.

TOM sudah tergabung dengan Aliansi Organik Indonesia (AOI), banyak sekali manfaat yang didapat dengan menjadi anggota AOI. “TOM sudah punya sertifikat organik dan rumah pengemasan, serta sedang mengurus sertifikasi internasional untuk kebutuhan ekspor. TOM juga menggunakan kemasan ramah lingkungan, jadi kami memang 100% organik,” terangnya.

Dalam mengelola TOM, Untung menekankan pentingnya membangun manajemen yang terstruktur mulai dari hulu sampai hilir. “Bangun jejaring yang luas dengan petani mitra dan pasar, serta tingkatkan inovasi untuk bisa terus eksis di pertanian organik”.

Atas kerja keras dan konsistensinya, berbagai penghargaan sudah diraih Untung. Terbaru pada tahun 2021 ia meraih penghargaan International Organic Farming Innovation Award. Saat ini Untung juga sedang menjajaki kerja sama untuk ekspor ke Serbia, Rusia dan beberapa negara Eropa.

“Dengan konsisten bertani organik kita punya 3S yaitu, sehat lingkungan kita, sehat badan kita dan sehat kantong kita,” tutup Untung.

Webinar inspirasi bisnis Intani ditayangkan streaming di TANITV setiap hari Rabu, pukul 09.00 – 11.00 WIB.* (na-dgn)

LEAVE A REPLY