INDONESIAREVIEW.ID, BOGOR – PT Pegadaian bersama Mitra Mikro Social Investment dan Intani Farm mengembangkan pemberdayaan masyarakat untuk pengentasan kemiskinan melalui program peternakan berkelanjutan berbasis wakaf produktif.

Program bantuan hibah dana TJSL (Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan) PT Pegadaian dikelola Mitra Mikro dan Intani Farm dengan model wakaf produktif peternakan domba, yang hasilnya disalurkan kepada masyarakat dhuafa sebagai penerima manfaat (maukuf alaih).

Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan PT Pegadaian Eka Pebriansyah menyerahkan secara simbolik kepada penerima manfaat bantuan domba untuk dibudidayakan di kawasan Intani Farm, Bogor, Kamis, 17 November 2022. Untuk tahap awal penerima manfaat sebanyak enam keluarga dan akan dilanjutkan tahap berikutnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) dan Pembina Yayasan Mitra Mikro Guntur Subagja Mahardika, Kepala Divisi TJSL Pegadaian Rully Yusuf, CEO Mitra Mikro Social Investment Andi Sapran, dan CEO Koperasi Agro Maritim Nusantara Slamet Riyanto.

Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan PT Pegadaian Eka Pebriansyah berharap program bantuan budidaya domba ini berkelanjutan dan menjadi model bisnis yang dapat dikembangkan di lokasi lainnya. “Program ini saya ingin sustain, kita cari pola dan model bisnis  menciptakan ekosistem yang memberikan manfaat bagi masyarakat,”ungkap Eka Pebriansyah.

Pembina Yayasan Mitra Mikro Guntur Subagja menjelaskan bantuan hibah TJSL Pegadaian ini dikelola dengan model wakaf produktif budidaya pembiakan (breeding) domba yang hasil keuntungannya disalurkan kepada penerima mafaat selaku maukuf alaih. Yayasan Mitra Mikro memiliki lembaga nazhir wakaf Mitra Mikro Social Investment yang terdaftar dan diawasi Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Para penerima manfaat juga dapat turut merawat domba tersebut dengan pendampingan para profesional Intani Farm. “Kami menyiapkan kandang,  fasilitas dan infrastruktur peternalan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pelatihan dan kerjasama budidaya,”tutur Ketua Umum Intani tersebut.

Dengan konsep wakaf produktif, selama domba indukan produktif beranak, para dhuafa selaku penerima manfaat akan terus memperoleh hasil yang menjadi pendapatannya. Rata-rata masa produktivitas domba indukan sekitar lima tahun. “Kami berterimakasih kepada Pegadian, Mitra Mikro, Intani Farm, dan BUMN, semoga bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan kami,”ungkap Oman, salah satu penerima manfaat.

PT Pegadaian sangat peduli dalam pemberdayaan masyarakat. “Saya yakin ini dikembangkan dan disinergikan menjadi sebuah potensi ke depan bisa bermanfaat bagi semua pihak,”ujar Direktur Pegadaian Eka Pebriansyah.*

LEAVE A REPLY