INDONESIAREVIEW.ID, JAKARTA – Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) mengapresiasi pemerintah Kabupaten Lebak Provinsi Banten yang mengembangkan Mantri Tani Desa.

“Kami mengapresiasi Bupati Lebak dan jajaran yang mengembangkan Mantri Tani Desa untuk membimbing dan mendampingi petani di desa-desa menuju kemandirian pertanian,” ungkap Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika, dalam webinar  Intani secara online melalui aplikasi zoom dan ditayangkan secara live streaming pada kanal youtube Tani TV, Rabu, 10 Mei 2023.

Narasumber Webinar Inspirasi Bisnis #118 adalah petani milenial asal Lebak Banten, nominator Young Ambassador 2023 Kementerian Pertanian, yang juga menjadi petugas Mantri Tani Desa Kabupaten Lebak.

“Kabupaten Lebak adalah satu-satunya kabupaten yang memilili Mantri Tani Desa,” tutur Hikmat Maulana. “Tugas kami adalah mendampingi para petani di desa-desa dan melengkapi para penyuluh pertanian yang ada di tingkat kecamatan,” urainya.

Hikmat yang merupakan anak keluarga petani ini mengikuti proses seleksi Mantri Tani Desa tahun 2016. “Ada 2.000 orang yang mengikuti pemberkasan dan lolos 340 orang yang ditempatkan di desa-desa di Lebak yang berjumlah 340 desa,” paparnya.

Mantri Tani Desa bukanlah pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN). Mereka adalah anak-anak muda yang sifatmya relawan yang diikat  dengan pelatihan, tugas rutin, dan pemberian insentif untuk operasional. “Insentif kami terima dari dana desa,” katanya.

Ketua Umum Intani mengungkapkan pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan agar sekitar 20 persen dana desa untuk pengembangan ketahanan pangan di desa-desa. “Model implementasi dan pengembangan pertanian desa melalui Mantri Tani Desa ini keren, sangat bagus karena bersentuhan langsung dengan petani di lapangan,”ujar Guntur. Ia menyarankan model ini juga diduplikasi di wilayah lain di Indonesia.

Hikmat Maulana mengatakan, para Mantri Tani Desa Lebak mengembangkan 4 sektor pertanian, yaitu: pertanian, perhutanan, peternakan, dan perikanan, disesuaikan dengan potensi di desa masing-masing.

Koordinator Forum Mantri Tani Desa Amir Mahpud digagas oleh Bupati Lebak Ita Octavia Jayabaya dan ditetapkan Peraturan Bupati No 27 tahun 2017. “Setelah ada seleksi cukup panjang kami lolos seleksi dan memperoleh pendidikan dan pelatihan selama 1 bulan. Dengan keilmuan yang kami dapatkan sambil berjalan terus belajar dan kami implementasikan,” kata Amir.

Amir memaparkan masing-masing kecamatan memiliki produk sesuai potensi wilayahnya. Antara lain produk hortikultura yang dikemas dan dijual secara langsung ke konsumen.

Kabupaten Lebak ingin membangun kemandirian pangan dan pertanian. “Dulu Lebak ini kekurangan sayuran sehingga harus didatangkan di daerah lain. Sekarang kebutuhan pasar bisa disuplai dari desa-desa,” kata Hikmat yang bersama Kelompok Sahabat Tani mengembangkan pertanian tumpangsari. Sekarang, produk petani binaan Mantri Desa Lebak selain memenuhi pasar di Kabupaten Lebak, juga tembus ke pasar wilayah lainnya antara lain pasar Tangerang.

Hikmat terpilih menjadi nominator Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian 2023 bersama 75 petani muda lainnya di Nusantara. Pengalaman ini menambah semangat untuk terus berkarya di sektor pertanian.

Guntur menyampaikan Intani konsen dalam pengembangan petani muda. “Kita prihatin dengan  data statistik Indonesia terancam kehilangan regenerasi petani, karena petani berusia di bawah 25 tahun sangat kecil, kalo tidak salah hanya sekitar 5 persen,” katanya.

Karena itu Intani mengundang para petani milenial menjadi narasumber webinar untuk mengungkap kisah sukses pertanian dalam berbagai sektor usaha pertanian, guna menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda. “Intani mendorong anak-anak muda terjun ke pertanian pada berbagai sektor dalam rantai nilai ekosistem pertanian mulai dari hulu hingga hilir, mulai faktor input sampai end user konsumen,” papar Guntur.

Webinar Intani yang diikuti para peserta dari berbagai wilayah di Nusantara mulai dari Aceh hingga Papua ini dipandu host oleh pengurus Intani Ila Failani Rizona. Nara sumber diprioritaskan petani milenial sukses didasarkan pada riset yang dilakukan tim Intani dan masukan dari berbagai pihak.

Selain melalui webinar, kata Ila Failani, Intani juga memberikan pelatihan kepada para petani dan kelompok tani untuk peningkatan kapasitas dan keahlian di berbagai daerah.

Intani memiliki kawasan pertanian terintegrasi Intani Farm di Desa Palasari Cijeruk Kabupaten Bogor. Di kawasan yang menjadi eduwisata ini ada peternakan, pembibitan, pertanian, dan sedang disiapkan perikanan.*

LEAVE A REPLY