INDONESIAREVIEW.ID – Tinggal di kawasan pertanian yang didominasi sektor hortikultura tidak membuat Cahya Rohman bertani di sektor tersebut. “Saya memilih untuk bertani beri-berian seperti rasberry, blackberry, strawberry dan golden berry,” terangnya saat membuka materi sebagai narasumber webinar inspirasi bisnis Intani seri ke 111.

Cahya menuturkan sudah bertani beri-berian sejak 1997, awal ia fokus bertani rasberry. “Dulu hasil panen saya pasarkan sendiri secara retail sampai ada permintaan untuk suplai ke pabrik dan supermarket,” ujarnya.

Nilai ekonomi yang lebih bagus dibandingkan sektor hortikultura dan permintaan pasar yang cukup tinggi membuat Cahya mulai mengajak beberapa petani lain di sekitar Lembang untuk bertani beri-berian.

“Rasberry dan blackberry menjadi jenis utama yang dibudidayakan, disesuaikan dengan permintaan pasar,” jelasnya.

Saat ini rasberry untuk suplai ke supermarket sedangkan blackberry dan strawberry untuk suplai ke pabrik. “Selain itu juga banyak pedagang retail yang ambil dari kita”.

Aden Budi selaku host mengulik lebih jauh perkembangan usaha yang dijalankan Cahya selama hampir 26 tahun ini.

Di tahun 2016 Cahya menuturkan baru membentuk kelompok Tani Jaya Makmur dengan beranggotakan 24 orang. “Hingga saat ini sudah ada 33 anggota dengan total luas lahan yang di kelola 4,5 hektar,” ujarnya.

Para petani yang menjadi anggota tidak semuanya budidaya beri-berian, Cahya mengatakan rata-rata sebagian lahan mereka juga ditanami hortikultura.

“Sebagai gambaran kalau petani tanam 100 tumbak atau 1.400 meter, rata-rata bisa panen 30kg setiap harinya,” terangnya.

Setiap harinya Cahya bisa menampung hasil panen para anggota hingga 500 kg dengan nilai jual 25.000 hingga 35.000 per kg. “Untuk harga setiap jenisnya berbeda-beda, yang paling mahal itu jenis blackberry,” ujarnya.

Cahya bersama kelompok taninya juga berencana untuk terus mengekspansi luas lahan kelola untuk bisa memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah.

Ketua umum Intani Guntur Subagja mengapresiasi keuletan Cahya yang fokus pada satu sektor pertanian hingga sukses membangun kelompok tani. “Bukan sekadar sukses dan sustain di satu sektor melainkan berhasil menularkan kesuksesan tersebut ke para anggota petani lainnya, hal ini yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Dalam pengantarnya Guntur juga menyampaikan konsep manajemen yang dibangun Cahya sangat bagus, karena berhasil mengelola keseimbangan produksi dan pasar. “Umunya kendala yang dihadapi para petani adalah kesulitan menjual hasil panen, namun Cahya sebaliknya bahkan masih harus ekspansi lagi untuk memenuhi permintaan pasar. Luar biasa semoga bisa didupliakasi para petani lain dalam mengelola manajemen pertaniannya,” pungkasnya.

Webinar dengan tema ‘Bertaman Buah Beri-Berian Petik Rupiah Harian’ ditayangkan secara streaming di TANITV serta diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.*

LEAVE A REPLY